Yang Bisa Dilakukan agar Terhindar dari Krisis Keuangan di Masa Pandemi

https://lh4.googleusercontent.com/b9ORypcfE0cBti2smSBYC_UXmvBNIVHWMJnRPx439_1MjQ_lkM9P_xRH3J0fW1wzEKHF_w9pgMlWqmul3uVOLIi4zuHvnLg5KW61BdrkRC5WB5LBe6_bU296YF-RhBFo2Hmh4Yrw

Selain kesehatan fisik dan mental, kondisi keuangan juga sangat perlu mendapat ekstra perhatian di tengah pandemi. Kalau perlu, atur ulang prioritas dan setop sementara memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak urgen atau primer. Mengingat, pandemi covid-19 masih berlangsung dan di Indonesia angka positifnya semakin hari semakin bertambah meski sudah masuk normal baru sejak dua bulan lalu. Dan kondisi ini belum terprediksi akan berakhir kapan. 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tentunya kita harus bersiap-siap. Supaya dapur tetap ngebul dan punya dana darurat untuk kondisi mendesak, ada 5 hal yang bisa segera kita lakukan, yaitu: 

Fokus menyelesaikan kredit atau pinjaman yang tersisa

Setiap orang pasti memiliki struggle-nya masing-masing soal kredit atau cicilan pinjaman dalam anggaran keuangannya. Di tengah pandemi, kredit atau pinjaman yang masih tersisa harus benar-benar diperhatikan dari sisi sisa tenor dan kelancaran pembayarannya. Syukur-syukur kalau kita masih punya penghasilan yang full dan stabil, kredit, pinjaman uang, cicilan barang, dan sejenisnya jangan sampai abai dibayar agar cepat selesai dan beban utang hilang. 

Bukan hanya itu, sementara waktu, jangan dulu ambil kredit atau pinjaman baru kalau kondisinya tidak benar-benar darurat. Sebab saat ini, banyak lembaga pembiayaan yang makin memperketat persyaratan dan menganalisa aplikasi pengajuan pinjaman dari calon debitur karena kondisi perekonomian yang sedang menurun. Kalau masih punya fasilitas kredit yang bisa diandalkan, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya di tengah pandemi. Jangan disalahgunakan apalagi untuk memenuhi kebutuhan konsumtif semata. Nanti giliran diperlukan buat kondisi mendesak, malah nggak bisa dipakai jadi repot, lho. 

Khusus untuk kebutuhan darurat, ada fintech berbunga rendah seperti Kredivo yang dapat menjadi opsi terbaik. Selain sudah terdaftar dan diawasi OJK, Kredivo juga merupakan fintech yang suku bunganya paling rendah sejauh ini dibanding fintech lain. Untuk pinjaman uang, pengguna yang sudah terdaftar atau memiliki akun di Kredivo dapat mengajukan pinjaman uang tunai yang terkategori menjadi dua jenis: pinjaman mini dan pinjaman jumbo. 

Pengguna yang butuh pinjaman uang dalam jumlah kecil, dapat memilih fitur pinjaman mini dengan minimum pengajuan mulai 500 ribu dalam waktu 30 hari. Jika butuh pinjaman dalam jumlah besar, pilih fitur pinjaman jumbo dengan minimum pengajuan mulai dari Rp 1 juta dengan opsi tenor 3 bulan atau 6 bulan. Tingkat suku bunganya cuma 2,6% aja per bulan. 

Jual barang-barang tidak terpakai

Coba cek lemari pakaian, lemari buku, atau gudang di rumah. Apakah ada barang-barang tidak terpakai, masih bisa dibersihkan, lalu layak jual? Daripada dibiarkan menumpuk di rumah dan jadi sampah, lebih baik barang-barang tersebut dijual melalui marketplace khusus untuk barang bekas. Bisa juga ditawarkan langsung ke teman, tetangga, kerabat, atau buat garage sale di rumah. Lumayan hitung-hitung buat ngisi tabungan, lho!

Mulai bisnis kecil-kecilan

Bukan cuma buat yang berbakat, berbisnis atau berjualan bisa jadi sumber penghasilan baru di tengah pandemi. Apalagi kalau kita peka untuk mengamati kebutuhan pasar. Selama masa karantina kemarin aja contohnya: frozen food, bahan makanan paket siap masak, dan snack-snack kiloan laku dijual banyak orang dan dipasarkan melalui media sosial. Supaya berjalan lancar, apa pun jenis bisnisnya, pastikan kamu memiliki ketertarikan dan antusiasme di dalamnya. Kamu bisa memulainya dengan modal kecil lebih dulu, misal 500 ribu atau Rp 1 juta. Pelan-pelan, kalau udah tahu pola dan target pasarnya ada, kamu bisa meningkatkannya. 

Fokus mengisi tabungan sekecil apa pun jumlahnya

Perkecil pengeluaran, perbanyak tabungan, adalah prinsip yang harus dimiliki setidaknya selama pandemi. Sekecil apapun uang yang disetor ke tabungan akan sangat bermanfaat di kemudian hari untuk diri sendiri. Buat yang masih bekerja dari rumah (WFH) hingga kini contohnya: ada uang transport dan uang makan yang bisa dihemat dan dialokasikan untuk tabungan atau kebutuhan lain yang muncul selama pandemi seperti WiFi. 

Beli kebutuhan hidup secukupnya

Supaya bisa makin hemat dan mengontrol pengeluaran, belanjalah kebutuhan hidup seperlunya. Kamu juga bisa menyiasatinya dengan belanja untuk 3 hari sekali atau seminggu sekali. Jangan sampai menimbun barang berlebihan karena tergiur promo belanja yang murah di Supermarket. Asal bisa cukup untuk makan layak (nasi, lauk, sayur) beberapa hari ke depan, sudah cukup. Sesekali untuk refreshing dan hiburan, boleh aja mengeluarkan uang untuk jajan atau makan enak agar bervariasi. 

Bisnis dan Ekonomi