Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Intim

Ini 6 Etika dalam Berhubungan Intim Menurut Islam, Pasutri Wajib Paham

Islam merupakan agama yang paling sempurna dan satu-satunya agama yang diridhoi Allah Subhana Wa ta’ala. Karena dalam Islam bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta saja, namun juga hubungan antar manusia, dan hubungan dengan alam semesta. Sehingga tidak heran kalau Islam mengatur semua aspek kehidupan manusia. 

Salah satu ajaran Islam yang harus dilakukan oleh seorang muslim yang sudah baligh adalah mandi wajib atau mandi junub dikarenakan beberapa kondisi, misalnya adalah setelah melakukan hubungan intim yang dilakukan oleh suami istri. Dimana, mandi junub ini merupakan bentuk membersihkan diri secara fisik dari hadats besar. Membersihkan diri dari hadats besar ini harus dilakukan sebagai salah satu syarat sebelum melaksanakan sholat. 

Perintah Untuk Mandi Junub

Mandi wajib atau mandi junub ini diperintahkan Allah Subhana wa ta’ala yang disampaikan dalam Al Quran, yang berbunyi :

“Dan jika kamu junub, maka mandilah.” (QS. Al Maidah : 6). 

Dalam surat lainnya Allah Subhana wa ta’ala berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu sholat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sedang sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci), sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengmpun,” (QS. An-Nissa’ : 43). 

Tata Cara Mandi Junub

  • Diawali dengan membaca doa niat mandi wajib. Perlu diketahui bahwa doa niat mandi junub ini wajib hukumnya. Karen doa niat mandi wajib ini yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Cara membaca niat niat ini bisa dilakukan dalam hati atau bersuara. Adapun niat mandi wajib setelah berhubungan intim adalah :

“Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Janabati Fardlon Lillahi Ta’ala.”

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardhu karena Allah Ta’ala.” 

  • Kemudian cuci tangan sebanyak 3 kali. Hal inin dilakukan supaya tangan bersih serta terhindar dari najis.
  • Lalu bersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi denga menggunakan tangan kiri. Adapun bagian tubuh yang kotor itu diantaranya dubur, kemaluan, bawah ketiak, pusar dan lain sebagainya. 
  • Ulangi mencuci kedua tangan. Sesudah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan tersebut dicuci kembali. Caranya adalah dengan mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok, lalu dibilas dengan air langsung atau dicuci dengan menggunakan sabun baru dibilas. 
  • Setelah itu berwhudu seperti layaknya mau melaksanakan sholat.
  • Kemudian menyela-nyela pangkal rambut dengan menggunakan jari tangan yang sudah dicelupkan ke air sebelumnya hingga menyentuh bagian kulit kepala. 
  • Lalu basahi kepala dengan cara mengguyurnya sebanyak 3 kali hingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah oleh air.
  • Kemudian basahi tubuh secara merata dengan mengguyurnya mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai dari tubuh bagian kanan terlebih dahulu lalu bagian kiri. 

Mungkin itu saja artikel kali ini tentang seputar mandi wajib atau mandi junub. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan agama, khususnya tentang mandi janabat. 

Berita dan Informasi