Ketahui Efektivitas Vaksin Corona untuk Melindungi Tubuh

 Vaksin Corona Asal Korsel Lakukan Uji Coba di AS

Kehadiran virus Corona yang melanda dunia akhir tahun lalu membuat banyak dunia farmasi seolah berlomba-lomba untuk menciptakan vaksin. Dengan harapan, kehadiran vaksin tersebut mampu mengakhiri masa pandemi yang tengah berlangsung hingga saat ini.

Selama perjalanan pengembangannya, vaksin telah mengalami fase uji klinis yang ketiga. Sejauh ini, ada beberapa kandidat yang mengklaim telah menciptakan vaksin Covid-19 dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Diantaranya adalah, Vaksin Moderna, Pfizer dan BioNTech, Sinovac, dan Gamaleya (Sputnik V).

Tingkat Efektivitas Vaksin

Vaksin Corona mRNA Bisa Timbulkan Efek Jangka Panjang, Benarkah?

Aman tidaknya sebuah vaksin corona bisa dibuktikan jika tidak ada efek sampingnya atau efek sampingnya dalam taraf ringan. Selain itu, tidak ada KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi), atau KIPI yang ringan seperti nyeri atau demam.

Faktanya, tidak ada zat yang sama sekali aman di dunia ini. Bahkan, oksigen dan air pun bisa menimbulkan bahaya pada kondisi tertentu. Untuk itu, aman tidaknya sebuah vaksin membutuhkan proses yang panjang dan harus melalui beberapa kali uji klinis.

Minimal, butuh 3 tahap uji klinis untuk sampai ke tahap disetujui dan digunakan. Jika hasil dari uji klinis fase 1 dan 2 tidak bisa dibuktikan secara klinis, maka secara otomatis uji klinis tahap 3 vaksin Corona tidak bisa dilaksanakan.

Seperti halnya keempat kandidat yang telah disebutkan sebelumnya, semua kandidat tersebut telah memasuki tahap uji klinis fase 3. Maka, bisa diasumsikan bahwa vaksin Covid-19 tersebut terbukti aman.

Dalam uji klinis tersebut, sekelompok relawan akan dibedakan menjadi beberapa grup dan diberikan vaksinasi yang berbeda-beda. Ada yang benar-benar diberi vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan dan ada pula yang diberikan vaksin plasebo atau vaksin kosong.

Pemberian vaksin plasebo ini merupakan bagian penting dalam suatu uji klinis. Sebab, pihak peneliti bisa mendapatkan titik perbandingan untuk pembuktian bahwa terapi tersebut aman dan efektif. Dengan demikian, pihak peneliti bisa mengajukan permohonan untuk persetujuan obat baru kepada badan pengawas.

Proses Pengujian Efektivitas Vaksin

Untuk itu, proses pengujian efektif tidaknya vaksin Corona sampai dengan saat ini masih terus dilakukan. Di Indonesia, Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) terus memantau dan menunggu hasil uji klinis vaksin Covid-19.

Bahkan, Badan POM saat ini tengah berproses untuk observasi yang dilihat dari segi keamanan dan juga efektifitasnya. Berdasarkan periodenya(1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan), hasil evaluasi tersebut akan dijadikan dasar untuk menentukan Emergency Use Authorization (EUA).

Sedangkan untuk penentuan efektivitasnya, berdasarkan regulasi dan standar yang sudah menjadi komitmen bersama secara Internasional. Referensinya adalah WHO dan FDA (Food and Drug Administration) yang dikenal sebagai regulator negara lain yang proses evaluasinya berkualitas seperti halnya Indonesia.

Caranya adalah dengan mengambil sampel darah dan mengujinya di laboratorium. Berdasarkan hasil tes darah tersebut, akan bisa diketahui seberapa efektif vaksin Covid-19 terhadap peningkatan antibodi.

Dalam hal penentuannya pun terdapat standar yang harus dipenuhi, yaitu harus mencapai angka tertentu. Baik dari segi meningkatkan antibodi maupun dari segi kemampuannya untuk menetralisir virus yang masuk ke tubuh manusia.

Efektif tidaknya suatu vaksin Corona  memang harus melalui minimal 3 fase uji klinis. Buat Kamu yang ingin informasi lebih lanjut tentang seputar virus Covid-19 atau berkonsultasi tentang masalah kesehatan.

Kamu bisa download aplikasi Halodoc dan berkomunikasi dengan dokter ahli melalui fitur Chat, Voice Call atau Video Call. Dengan cara ini, Kamu tidak perlu keluar rumah untuk mengetahui informasi seputar kesehatan dan cara penanganannya.

Kesehatan